|
Written by Muhammad Mubasyir
|
|
Saturday, 04 July 2009 19:09 |
|
  Assalamualaikum wr wb Bagi teman2 yang ingin diskusi,curhat atau ingin bagi2 pengalaman, cerita atau bahkan Ilmunya silahkan berkunjung ke forum kami DISINI Karena kesulitan menentukan component forum yang pas. untuk situs Joomla maka Forum kami alihkan kesitus kami yang lain dengan menggunakan VBulletin yang kami rasa cukup mapan untuk menangani Web Forum, namun mohon maaf untuk sementara kami juga belum menemukan Bridge / Jembatanya antara Situs Joomla ini ke Situs VBulletin, sehingga Registered User tidak bisa Auto register di FORUM-SANTRI sehingga teman2 musti register lagi di FORUM-SANTRI agar bisa melakukan Posting di FORUM,
Terimakasih 02:11:56 2009-07-05 |
|
Last Updated on Saturday, 04 July 2009 19:21 |
|
Written by Muhammad Mubasyir
|
|
Thursday, 25 June 2009 22:07 |
|
 Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar hidup berjamaah. Sabdanya, "Aku memerintahkanmu dengan lima hal di mana Allah telah memerintahkannya kepadaku: hidup berjamaah, taat, hijrah, dan jihad dijalan Allah."(HR Ahmad). Secara fitrah, manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk sosial, yang satu membutuhkan yang lain. Hidup berkelompok, berserikat, dan bermasyarakat, merupakan fitrah dan tabiat dasar manusia. Tidak ada satu pekerjaan pun yang bisa dilakukan sendirian, pasti membutuh¬kan peran serta orang lain. Sebaliknya, Islam tidak mengajarkan umatnya hidup menyendiri dan menyepi dari hiruk pikuk masyarakat. Allah SWT berfirman, "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya karnu saling mengenal." (QSAIHujurat (49): 13), Rasulullah SAW bersabda, "Orang Mukmin yang bergaul dengan orang lain dan mampu bersabar atas gangguan mereka lebih utama daripada orang Mukmin yang tidak rnau bergaul dengan orang lain dan tidak bersabar atas gang¬guan mereka." (HR Imam Bukhari).
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Muhammad Mubasyir
|
|
Sunday, 28 June 2009 17:00 |
|
Rasulullah bersabda,”wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan pandai mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin).” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim) Pandai mengurus unta disini maksudnya perempuan yang pandai mengurus keluarga.Untuk mengetahui seberapa jauh calon istri mempunyai kasih sayang kepada anak-anak dapat dilakukan pangamatan dan penyelidikan melalui cara-cara. Seperti, mengamati pergaulannya dengan anak-anak apakah ia sabar bergaul dengan anak-anak atau tidak. Menanyakan kepada teman-teman dekatnya atau kepada kerabat dekatnya, atau kepada tetangga dekatnya atau kepada adik-adiknya apakah ia memiliki sikap tersebut atau tidak. Keran anak-anak sangat membutuhkan ibu yang besar kasih sayangnya kepada mereka, setiap laki-laki yang mengambil perempuan sebagai istrinya hendaklah mengutamakan yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil. Istri semacam ini besar harapan dapat mendampinginya untuk membina rumah tangga yang penuh suasana gembira, ceria dan bahagia. |
|
Last Updated on Sunday, 28 June 2009 20:02 |
|
Written by Muhammad Mubasyir
|
|
Thursday, 25 June 2009 18:44 |
|
Ketika tekanan terhadap Islam meningkat di Makkah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan sekelompok sahabatnya untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia). Sementara, kaurn kafir Quraisy berusaha membuntuti rombongan ini guna menggagalkan misi tersebut. Setibanya di tempat tujuan, mereka pun diterima Raja Najasi, dalam suatu majelis kerajaan penuh ke-agungan. Tidak seperti tamu-tamu lainnya, kaum Muslimin memasuki rnajelis kerajaan tanpa mengikuti kebiasaan rakyat setempat: Menunduk dan bersujud di hadapan raja yang beragama Ktisten itu. Melihat kesempatan ini, pihak kafir Quraisy yang juga hadir berusaha menjatuhkan posisi kaum Musli¬min di hadapan Raja Najasi. Namun, juru bicara ka¬um Muslimin, Ja'far bin Abi Thalib, tampil menjelaskan. "Agama kami tidak membenarkan bersujud di hadapan selain Allah SWT," jawab Ja'far, pemuda tampan yang juga kakak dari Ali bin Abi Thalib, Rupanya penjelasan ini dapat diterima raja hingga akhirnya kaum Muslimin cukup lama tinggal di Habasyah. |
|
Last Updated on Tuesday, 01 September 2009 16:33 |
|
Read more...
|
|